
Jayapura, 11 Oktober 2026 – Perbedaan bukanlah penghalang untuk berjalan bersama, melainkan kesempatan untuk belajar saling melengkapi dalam iman dan pelayanan. Semangat inilah yang diangkat dalam kegiatan Student Bible Meeting (SBM) Oikumene SMA Negeri 4 Jayapura bertema “UNITED: Berbeda-beda tetapi Tetap Satu dalam Kristus”, yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Markas Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam, mulai Sabtu pukul 12.00 WIT hingga Minggu pukul 12.00 WIT, diikuti oleh 56 peserta didik kelas X beragama Kristen yang memilih untuk mengambil bagian dalam pelayanan Oikumene SMA Negeri 4 Jayapura. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, para pembina Oikumene, pengurus senior, serta alumni Oikumene.
SBM menjadi ruang pembinaan iman sekaligus proses regenerasi bagi calon pelayan muda. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa pelayanan tidak hanya berpusat pada tugas atau tanggung jawab tertentu, tetapi juga membutuhkan motivasi yang benar, kerendahan hati, dan kesediaan untuk berjalan bersama dalam semangat persatuan.
Rangkaian Student Bible Meeting diawali dengan ibadah pembukaan sebagai ungkapan syukur sekaligus penyerahan seluruh kegiatan kepada Tuhan. Ibadah dipandu oleh worship leader Elisabeth dan Esterlita, dengan pelayanan firman oleh Pdt. Isak Samuel Y. Deda.
Dalam penyampaian firman, Pdt. Isak menekankan pentingnya memiliki hati yang bersatu dalam pelayanan. Pesan tersebut mengajak peserta didik untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter, kemampuan, dan latar belakang yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, setiap perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan untuk tujuan pelayanan yang sama.
Pesan ini selaras dengan tema UNITED yang diangkat tahun ini. Persatuan dalam Kristus menjadi landasan bagi peserta didik untuk belajar menghargai satu sama lain, mengesampingkan kepentingan pribadi, dan membangun kebersamaan dalam menjalankan pelayanan Oikumene.
Setelah ibadah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai sesi pembinaan yang dirancang secara interaktif. Peserta mengikuti pematerian yang disampaikan oleh guru-guru SMA Negeri 4 Jayapura dan alumni Oikumene, serta terlibat dalam permainan, ice breaking, diskusi kelompok, dan berbagai aktivitas kebersamaan.
Setiap sesi menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari melalui interaksi dengan sesama peserta. Diskusi kelompok membantu mereka bertukar pandangan, sementara permainan dan aktivitas bersama menghadirkan suasana yang menyenangkan untuk membangun kedekatan dan kekompakan.
Melalui perpaduan pembinaan rohani dan kegiatan kolaboratif tersebut, peserta didik diharapkan memahami bahwa pelayanan membutuhkan lebih dari sekadar kemauan untuk terlibat. Pelayanan juga memerlukan komitmen, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki keunikan masing-masing.
Keterlibatan guru dan alumni turut memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya. Dengan demikian, SBM tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan sesaat, tetapi juga bagian dari proses mempersiapkan generasi penerus yang siap melanjutkan pelayanan Oikumene di SMA Negeri 4 Jayapura.
Di tengah rangkaian kegiatan, Kepala SMA Negeri 4 Jayapura menyempatkan diri hadir dan menyampaikan sambutan kepada para peserta. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap pembinaan karakter dan pengembangan spiritual peserta didik melalui kegiatan Oikumene.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah berpesan agar seluruh hal yang dipelajari selama Student Bible Meeting tidak berhenti sebagai pengalaman selama kegiatan berlangsung. Peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, baik melalui sikap terhadap teman, cara berkomunikasi, tanggung jawab dalam belajar, maupun keterlibatan dalam kegiatan bersama.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan iman juga perlu tercermin melalui perilaku nyata. Persatuan, kepedulian, kerendahan hati, dan kesediaan untuk saling mendukung merupakan nilai-nilai yang dapat diwujudkan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, semangat UNITED tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi diharapkan tumbuh menjadi budaya kebersamaan yang dirasakan oleh peserta didik dalam kehidupan sekolah.
Bagi Oikumene SMA Negeri 4 Jayapura, regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan. Peserta didik kelas X yang mengikuti SBM diharapkan dapat bertumbuh menjadi generasi pelayan yang memiliki motivasi yang benar, berkarakter, serta mampu bekerja sama dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan pada masa mendatang.
Melalui pembinaan yang memadukan penguatan iman, pembelajaran, refleksi, dan kebersamaan, Student Bible Meeting 2026 menjadi salah satu langkah untuk menanamkan dasar pelayanan yang kokoh sejak awal. Pengalaman selama dua hari satu malam ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk terus bertumbuh, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas Oikumene.
Pada akhirnya, semangat “Berbeda-beda tetapi Tetap Satu dalam Kristus” mengingatkan bahwa kekuatan pelayanan tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kesediaan untuk saling menerima, menghargai, dan melayani bersama.
Melalui Student Bible Meeting 2026, SMA Negeri 4 Jayapura berharap lahir generasi pelayan muda yang bertumbuh dalam iman, teguh dalam komitmen, dan mampu menghadirkan persatuan serta kasih melalui tindakan nyata, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


