
SMA Negeri 4 Jayapura kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Training Ramadan 2026 pada 18–20 Februari 2026 bertempat di Aula SMA Negeri 4 Jayapura. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik beragama Islam dan dilaksanakan oleh ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 4 Jayapura di bawah bimbingan Idam Setiawan, S.Pd.I., M.Pd. dan La Hani, S.Pd. Dukungan juga diberikan oleh guru dan tenaga kependidikan Muslim lainnya yang turut membimbing serta mengawasi jalannya kegiatan.
Training Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi wadah persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami makna Ramadan secara lebih mendalam, memperbaiki kebiasaan ibadah, serta menumbuhkan semangat perubahan diri ke arah yang lebih baik. Training ini menjadi proses hijrah bersama—saling mengingatkan, belajar, dan bertumbuh dalam kebaikan—agar Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, melainkan momentum transformasi sikap, iman, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026 dengan doa bersama dan sambutan dari Kepala SMA Negeri 4 Jayapura. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter yang baik bagi peserta didik. Menariknya, pembukaan juga dihadiri oleh guru dan tenaga kependidikan Muslim maupun non-Muslim sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan dalam keberagaman.
Pembina Rohis, La Hani, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Rohis dan pihak-pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa panitia telah berupaya menyusun kegiatan yang menyenangkan dan menghadirkan pemateri terbaik demi memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi seluruh peserta.
Hari pertama diisi dengan pematerian bertema “Puasa sebagai Madrasah Nafsu” oleh Muhammad Taslim, yang mengajak peserta memahami puasa sebagai sarana pengendalian diri. Materi kedua bertema “Muara Lisan, Jernihnya Hati” disampaikan oleh St. Marhamah Sabry, S.Ag., M.Ag., yang menekankan pentingnya menjaga ucapan sebagai cerminan kebersihan hati.
Pada hari kedua, sesi ketiga bertema “Kepada Siapa Kita Kembali” dibawakan oleh alumni SMA Negeri 4 Jayapura, mengingatkan peserta tentang tujuan akhir kehidupan. Sesi keempat disampaikan oleh Idam Setiawan, S.Pd.I., M.Pd. dengan tema “Cahaya di Sepertiga Malam”, yang menginspirasi peserta untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah malam.
Suasana kegiatan dibuat interaktif melalui ice breaking, sesi tanya jawab, serta jeda istirahat dan salat agar peserta tetap fokus dan tidak merasa jenuh.
Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat sesi tanya jawab. Seorang siswi bertanya, “Mengapa ada orang yang hidupnya tidak benar namun rezekinya lancar dan sukses, sementara ada orang yang bertakwa hidupnya lebih sulit?”
Menjawab pertanyaan tersebut, Idam Setiawan menjelaskan bahwa rezeki dan keberhasilan duniawi bisa saja menjadi bentuk ujian atau pengalihan, sementara kasih sayang dan kedekatan dengan Allah adalah anugerah yang jauh lebih besar. Ia juga mengingatkan agar peserta tetap berusaha meraih cita-cita tanpa meninggalkan ibadah, serta memanfaatkan waktu terbaik untuk berdoa, khususnya di sepertiga malam. “Doa pasti dijawab oleh Allah, namun jawabannya bisa ‘ya’, ‘tidak’, atau ‘tunggu’,” pesannya.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengaplikasikan ilmu yang didapat melalui buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, muhasabah malam, serta salat tahajud bersama pada dini hari. Kegiatan dilanjutkan dengan sahur, salat subuh, dan penutupan pada pukul 07.15 WIT.
Pada sesi penutupan, diumumkan 10 peserta terbaik Training Ramadan 2026, terdiri dari lima akhwat dan lima ikhwan yang dinilai paling aktif dan menunjukkan kesungguhan selama kegiatan berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Training Ramadan 2026 dengan tema “Niat Tulus, Ibadah Terus, Hidup Makin Serius” menjadi momentum berharga bagi peserta didik SMA Negeri 4 Jayapura untuk menumbuhkan iman, memperbaiki akhlak, serta membangun kebiasaan ibadah yang konsisten. Semoga kegiatan ini benar-benar menjadi titik awal perubahan, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.


