
Jayapura, 27 Februari 2026 – Komunitas Belajar Tifa menggelar kegiatan bertajuk Optimalisasi Implementasi Pengelolaan Kinerja Guru pada Jumat (27/2/2026) di ruang guru SMA Negeri 4 Jayapura. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus strategis bagi para guru dalam memahami esensi pengelolaan kinerja secara lebih mendalam.
Kegiatan menghadirkan Pengawas SMA Negeri 4 Jayapura, Dr. Kresensia Lesomar, M.Pd, sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Deuis Hiswari Supianti, M.Pd. Dalam paparannya, Dr. Kresensia menekankan bahwa sistem pengelolaan kinerja guru bukanlah sekadar instrumen administratif untuk memenuhi tuntutan dokumen, melainkan sebuah mekanisme peningkatan kualitas profesional guru secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan kinerja dirancang untuk membantu guru bertumbuh melalui tahapan yang sistematis, mulai dari perencanaan, observasi, evaluasi, refleksi, hingga tindak lanjut nyata. “Sistem ini bukan untuk menuntaskan administrasi, tetapi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses yang terarah dan berkelanjutan,” tegasnya di hadapan para peserta.
Materi yang disampaikan mencakup aspek teknis sekaligus esensi filosofis mengapa sistem pengelolaan kinerja diterapkan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya refleksi diri yang jujur terhadap praktik mengajar. Guru didorong untuk berani mengakui kekurangan, membuka diri terhadap umpan balik, dan secara aktif mencari solusi melalui siklus perbaikan berkelanjutan.
Dalam praktiknya, peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pelatihan kompetensi, workshop, maupun kegiatan lain yang relevan dengan kompetensi yang ingin dikembangkan. Seluruh proses tersebut perlu dievaluasi berdasarkan umpan balik yang telah diterima agar perbaikan yang dilakukan benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.
Para guru menyambut baik penjelasan komprehensif yang telah disampaikan karena memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang peran pengelolaan kinerja sebagai instrumen pembelajaran reflektif, bukan sekadar kewajiban administratif.
Melalui kegiatan Komunitas Belajar Tifa ini, diharapkan seluruh guru semakin memahami bahwa peningkatan mutu pendidikan berawal dari kesediaan untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan melakukan perbaikan secara konsisten. Kegiatan pun berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaboratif.

