
Jayapura,23 Juli 2026 – Komunitas Belajar (Kombel) TIFA SMA Negeri 4 Jayapura kembali mengawali kegiatan belajar bersama pada tahun ajaran 2026/2027 melalui pertemuan bertajuk “Tujuh Jurus BK” yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 4 Jayapura pada Kamis, 23 Juli 2026, mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui budaya kolaborasi di lingkungan sekolah.
Pertemuan perdana Kombel TIFA tahun ajaran ini mengangkat tema yang relevan dengan kebutuhan sekolah, yaitu bagaimana guru dapat lebih memahami karakter dan potensi peserta didik melalui pendekatan yang kolaboratif. Melalui materi Tujuh Jurus BK, para pendidik diajak melihat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses mengajar di kelas, tetapi juga pada kemampuan seluruh warga sekolah bekerja sama dalam mendampingi perkembangan setiap peserta didik.
Kegiatan dipandu oleh Ketua Komunitas Belajar TIFA bersama Agus Kusbiantoro, S.Pd., guru Sejarah SMA Negeri 4 Jayapura yang telah mengikuti pelatihan Tujuh Jurus BK. Pada pertemuan pertama ini, materi difokuskan pada Jurus 1: Kenali Potensi, yang disampaikan oleh Rosa Reni Widowati, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Rosa Reni Widowati menjelaskan pentingnya mengenali karakter dan potensi peserta didik sejak dini. Melalui pengenalan konsep Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), guru diajak memahami berbagai tipe kepribadian yang dimiliki peserta didik sehingga strategi pembelajaran dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Diskusi berlangsung interaktif dan mendorong para guru untuk merefleksikan pengalaman mereka selama mendampingi peserta didik di kelas.
Suasana semakin hidup ketika sesi berikutnya dipandu oleh Agus Kusbiantoro, S.Pd. Melalui sebuah permainan atau gamifikasi, peserta diajak menyusun berbagai kata dari huruf-huruf yang membentuk kata “KOLABORASI”. Aktivitas sederhana tersebut menjadi media yang menyenangkan untuk mengingatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komunikasi, saling mendukung, dan kerja sama antarguru maupun tenaga kependidikan.
Sepanjang kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi, permainan edukatif, serta berbagai contoh kasus yang dibahas membuat suasana belajar berlangsung santai namun tetap bermakna. Kombinasi antara materi, refleksi, dan aktivitas kolaboratif menjadikan pertemuan perdana Kombel TIFA sebagai awal yang positif untuk membangun budaya belajar bersama di SMA Negeri 4 Jayapura.
Melalui Komunitas Belajar TIFA, SMA Negeri 4 Jayapura terus berkomitmen menciptakan ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta memperkuat kompetensi profesional. Diharapkan semangat kolaborasi yang dibangun melalui Kombel TIFA akan berdampak pada terciptanya pembelajaran yang semakin bermakna dan mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik secara optimal.

