Jayapura, 21 Agustus 2026 – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ibadah Oikumene Kristen SMA Negeri 4 Jayapura yang dilaksanakan pada Jumat (21/8) di Aula SMA Negeri 4 Jayapura. Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIT ini diikuti oleh peserta didik Kristen Protestan sebagai bagian dari pembinaan kehidupan iman dan pemenuhan kebutuhan spiritual di lingkungan sekolah.

Pada ibadah minggu ini, Rehulina, S.Pak. hadir sebagai pembicara dan menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 23. Melalui firman tersebut, peserta didik diajak untuk semakin percaya kepada rencana serta pemeliharaan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan.

Pesan dalam Mazmur 23 menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Namun, di tengah berbagai keadaan, setiap orang percaya dapat belajar untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan yang senantiasa menyertai, menuntun, dan memelihara umat-Nya.

Ibadah Oikumene SMA Negeri 4 Jayapura dilaksanakan secara rutin setiap minggu, umumnya pada Jumat pukul 12.00 WIT bertempat di Aula SMA Negeri 4 Jayapura. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang penting bagi peserta didik untuk membangun kehidupan rohani sekaligus mempererat persekutuan di tengah keberagaman warga sekolah.

Menariknya, pelayanan dalam Ibadah Oikumene tidak hanya melibatkan unsur internal sekolah. Guru agama dan guru mata pelajaran dapat mengambil bagian dalam pelayanan, tetapi kesempatan yang sama juga terbuka bagi berbagai organisasi, gereja, alumni, maupun instansi pemerintah yang bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan ibadah.

Keterbukaan tersebut menjadikan Oikumene bukan sekadar kegiatan rutin mingguan, melainkan sebuah ruang persekutuan yang mempertemukan berbagai elemen untuk bersama-sama melayani dan membangun kehidupan iman peserta didik.

Melalui pelaksanaan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak, Ibadah Oikumene diharapkan terus bertumbuh menjadi komunitas yang menanamkan iman, pengharapan, dan kasih bagi seluruh elemen SMA Negeri 4 Jayapura. Sebab pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang memiliki nilai, karakter, dan kehidupan spiritual yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *