
Jayapura, 26 Agustus 2026 – Sebelum buku dibuka dan pembelajaran dimulai, seluruh peserta didik SMA Negeri 4 Jayapura berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti apel pagi, Rabu (26/8/2026). Dimulai pukul 07.15 WIT, apel kali ini menjadi ruang edukasi bersama mengenai fenomena tawuran antarpelajar yang perlu menjadi perhatian generasi muda.
Apel dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Krisologus Jeuyanan, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, peserta didik diberikan pemahaman mengenai tawuran antarpelajar, dampak yang dapat ditimbulkan, serta berbagai hal yang perlu dihindari agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Peserta didik juga diingatkan bahwa sebuah keputusan yang diambil dalam situasi tertentu dapat membawa konsekuensi yang panjang. Karena itu, kemampuan untuk menahan diri, memilih pergaulan yang sehat, serta berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang mengarah pada kekerasan menjadi bagian penting dari pembentukan karakter.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah kembali menegaskan konsekuensi dan kebijakan yang berlaku terhadap keterlibatan peserta didik dalam tawuran antarpelajar. Penegasan ini bukan semata-mata untuk memberikan batasan, melainkan menjadi upaya sekolah dalam melindungi peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Pesan yang disampaikan dalam apel pagi menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Di dalamnya, peserta didik juga belajar mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pilihan, menghargai orang lain, dan menjaga masa depan yang sedang mereka bangun.
Apel berakhir sekitar pukul 08.00 WIT. Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta didik kembali ke kelas dan mengikuti pembelajaran seperti biasa.Melalui apel pagi ini, SMA Negeri 4 Jayapura terus berupaya membangun budaya sekolah yang aman dan kondusif. Prestasi dapat diraih dengan belajar, tetapi masa depan juga perlu dijaga dengan karakter, pengendalian diri, dan keberanian memilih jalan yang benar.