Jayapura, April 2026 – Pernah tidak sih kita berjalan di lingkungan SMA Negeri 4 Jayapura tanpa benar-benar memperhatikan tanaman di sekitar? Padahal, setiap pohon dan tanaman yang ada di sekolah menyimpan banyak pelajaran, mulai dari mengenal jenisnya, memahami manfaatnya, sampai belajar bagaimana merawat lingkungan. Lewat program Adiwiyata, mimin ingin kita semua mulai lebih peka, melihat, mengenal, dan akhirnya peduli terhadap keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita.

Yang pertama, kalian bakal liat pohon ini di taman belakang dekat kelas X-H. Setelah kalian lihat gambar diatas, coba tebak itu pohon apa ? benar itu pohon Matoa (Pometia pinnata), tanaman khas Papua yang jadi kebanggaan. Pohon ini punya buah manis yang mirip kelengkeng, tapi dengan cita rasa khas. Selain itu, batangnya kokoh dan daunnya rindang, bikin suasana sekitar jadi lebih sejuk. Matoa bukan cuma enak buahnya, tapi juga jadi simbol kekayaan alam Papua yang harus dijaga.

Selanjutnya, yuk kita bahas pohon yang ada di tengah lapang dekat ruang guru. Ini namanya pohon Kiara Payung (Filicium decipiens). Bentuknya adalah inspirasi dari namanya yaitu tajuknya melebar seperti payung. Daunnya kecil tapi rapat, bikin area di bawahnya adem banget. Cocok jadi tempat berteduh saat istirahat, sekaligus membantu mengurangi panas di lingkungan sekolah.

Di bagian lain, di depan kelas XII-C kita bakal liat ada Kusambi (Schleichera oleosa). Keberadaannya mungkin jarang disadari tapi punya keunikan tersendiri loh. Daun mudanya bisa berubah warna, dan pohon ini dikenal cukup kuat bertahan di berbagai kondisi. Selain itu, kusambi juga punya manfaat ekologis untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Kalau lihat tanaman yang “nempel” di batang pohon kusambi di depan XII-C, itu kemungkinan Paku Sarang Burung atau kadaka (Asplenium nidus). Bentuk daunnya lebar seperti sarang, dan uniknya dia tidak tumbuh di tanah, tapi menumpang di pohon lain. Selain cantik, tanaman ini juga membantu menjaga kelembapan udara.

Ada tanaman dengan bunga merah cerah, di depan kantin sekolah dekat perpustakaan loh. Kalau kamu lihat bunga itu, namanya adalah Bunga Asoka (Ixora coccinea). Bunganya kecil-kecil tapi berkumpul jadi satu, biasanya berwarna merah mencolok. Selain memperindah, tanaman ini juga dikenal punya manfaat sebagai tanaman obat.

Berjejer rapi dan menjulang tinggi, ada Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia). Bentuknya lurus ke atas dengan daun yang menjuntai, bikin suasana sekolah terlihat lebih tertata. Di depan tempat parkir ada sepasang pohon golodokan loh, pohon aja berpasangan, kok kamu engga. hehehe bercanda :)) fokus aja belajar dulu, pasangan berkualitas didapatkan dengan jadi orang yang berkualitas. Btw, pohon ini juga berfungsi menyerap polusi dan menambah kesejukan lingkungan.

Terakhir, diatas ada gambar pohon Kelengkeng (Dimocarpus longan), yang pasti sudah tidak asing lagi. Selain rindang, pohon ini juga menghasilkan buah manis yang disukai banyak orang. Kehadirannya jadi bukti kalau lingkungan sekolah juga bisa jadi sumber pangan alami.
Semua tanaman ini bukan sekadar hiasan, tapi harus kita rawat demi keseimbangan kehidupan. Manusia membutuhkan tumbuhan, tetapi tumbuhan tidak membutuhkan kita. Mari kita jaga mereka, mulai dari mengenal, merawat, dan ayo menambah koleksi tanaman di sekolah kita tercinta. Nah, mimin punya satu gambar pohon lagi yang akan dibagikan… coba kamu tebak, itu pohon apa? Tulis di komen yaa
