
Jayapura, 21 September 2026 – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus diperkuat oleh SMA Negeri 4 Jayapura. Salah satunya melalui sosialisasi Program Roots yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 4 Jayapura pada Senin, 21 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIT.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan peserta didik dari seluruh kelas X hingga XII. Sosialisasi menjadi ruang edukasi bagi peserta didik untuk memahami pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya sekaligus mencegah terjadinya perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Program Roots diarahkan untuk membangun interaksi positif antarpeserta didik dan menciptakan iklim sekolah yang lebih aman. Melalui kegiatan ini, peserta didik juga didorong untuk menjadi bagian dari penyebaran pesan-pesan positif sehingga budaya saling menghormati dapat tumbuh dari lingkungan pertemanan mereka sendiri.
Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan dengan pendekatan pembelajaran kolaboratif. Peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk memahami bagaimana mereka dapat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi diri sendiri maupun teman-temannya.
Salah satu pemahaman penting yang ditekankan adalah kesadaran mengenai batasan diri dan orang lain. Peserta didik diajak memahami pentingnya consent atau persetujuan dalam interaksi dengan orang lain, mengenali batas tubuh, serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman.
Peserta didik juga didorong untuk berani mengatakan “tidak” atau menolak tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Keberanian menjaga batas diri menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa rasa aman merupakan hak setiap individu.
Tidak kalah penting, sosialisasi juga menekankan keberanian untuk melaporkan kekerasan atau tindakan yang tidak pantas. Apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan, peserta didik diingatkan untuk tidak memendamnya sendiri dan dapat mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya, seperti guru BK, orang tua, maupun melalui kanal pengaduan resmi sekolah.
Peserta didik juga diperkenalkan dengan konsep active bystander, yaitu menjadi saksi yang peduli ketika melihat situasi yang berpotensi merugikan teman. Bentuk kepedulian tersebut dapat dilakukan dengan memberikan dukungan kepada korban, tidak ikut menyebarkan rumor atau informasi yang dapat memperburuk keadaan, serta membantu menghubungkan korban dengan pihak yang dapat memberikan pertolongan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan tenaga kependidikan. Peserta didik juga memiliki peran penting dalam membangun budaya pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan berani mengambil sikap ketika melihat perilaku yang tidak semestinya.
Melalui Program Roots, SMA Negeri 4 Jayapura berharap kesadaran tersebut tidak berhenti pada ruang sosialisasi. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di kelas, lingkungan sekolah, maupun dalam interaksi antarteman.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hingga pukul 15.00 WIT dan kemudian ditutup dengan peserta didik kembali ke rumah masing-masing. Dari kesadaran diri, keberanian bersuara, hingga kepedulian terhadap sesama, SMA Negeri 4 Jayapura terus membangun budaya sekolah yang aman, positif, dan saling melindungi.

