Jayapura, 18 September 2026 – Pagi di SMA Negeri 4 Jayapura diawali dengan suasana penuh duka sekaligus refleksi. Seluruh guru dan tenaga kependidikan berkumpul di ruang guru pada Jumat, 18 September 2026, pukul 07.15 WIT, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mengikuti rapat koordinasi sekolah terkait penguatan pencegahan dan edukasi bagi peserta didik.

Pertemuan tersebut diawali dengan doa bersama atas berpulangnya ayah terkasih dari Kepala Tata Usaha SMA Negeri 4 Jayapura, Francy Devi Herawati Utama, S.Hut. Pada kesempatan yang sama, keluarga besar SMA Negeri 4 Jayapura juga menyampaikan dukacita atas berpulangnya Bapak Yoni James Aiboy, S.Mg., suami dari Guru Seni Budaya sekaligus Wali Kelas X-G, Shinta Suryati, S.Sn., M.Sn.

Dalam suasana penuh penghormatan tersebut, seluruh guru dan tenaga kependidikan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, penghiburan, dan kecukupan dalam menghadapi masa dukacita, serta agar mereka yang telah berpulang mendapat tempat yang baik di hadapan Yang Maha Kuasa.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi sekolah. Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam memperkuat pengawasan, pendampingan, serta upaya pencegahan terhadap berbagai perilaku yang tidak sesuai dengan tata tertib dan nilai-nilai pendidikan.

Sekolah menyadari bahwa membentuk peserta didik menjadi pribadi yang tertib dan berkarakter tidak cukup dilakukan melalui aturan dan sanksi. Diperlukan pula bimbingan, kepedulian, komunikasi, serta kehadiran orang dewasa yang lebih kuat dalam kehidupan peserta didik. Karena itu, pengawasan terhadap peserta didik akan terus diperkuat sebagai bagian dari langkah preventif sekolah.

SMA Negeri 4 Jayapura berkomitmen untuk menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, serta bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Lingkungan seperti ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, sebab perilaku yang tidak sesuai dengan nilai pendidikan dapat berkembang ketika tindakan tersebut dinormalisasi atau ketika pengawasan terhadap peserta didik belum berjalan secara optimal.

Karena itu, rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama. Guru dan tenaga kependidikan didorong untuk semakin peka terhadap kondisi peserta didik, membangun komunikasi yang lebih terbuka, dan tidak mengabaikan tanda-tanda perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan maupun kenyamanan lingkungan sekolah.

Di sisi lain, sekolah menegaskan bahwa upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan ketegasan. Setiap perilaku yang menyimpang dari tata tertib dan berpotensi merugikan orang lain akan ditindak secara serius sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Ketegasan tersebut diarahkan bukan semata-mata untuk memberikan hukuman, melainkan untuk menjaga batas yang jelas mengenai perilaku yang dapat diterima di lingkungan pendidikan.

Melalui koordinasi yang semakin kuat, SMA Negeri 4 Jayapura ingin membangun kompas moral bersama, sebuah kesepahaman bahwa setiap warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, menghormati sesama, dan menciptakan ruang belajar yang sehat bagi seluruh peserta didik.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan SMA Negeri 4 Jayapura untuk terus berbenah. Dengan sinergi antara guru, tenaga kependidikan, peserta didik, keluarga, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan, sekolah berharap dapat menghadirkan lingkungan yang bukan hanya tertib, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, kepedulian, dan perlindungan bagi setiap peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *