
Jayapura, 12 Agustus 2026 – Bahasa bukan sekadar alat untuk menyampaikan pesan. Di ruang kelas, bahasa menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan, gagasan, dan pemahaman peserta didik. Menyadari pentingnya peran tersebut, SMA Negeri 4 Jayapura bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Papua untuk melaksanakan rangkaian Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi para guru pada 10–11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Negeri 4 Jayapura ini diikuti oleh 50 guru, termasuk Kepala Sekolah dan Wakil-Wakil Kepala Sekolah. Guru mata pelajaran bahasa menjadi peserta utama dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kebahasaan pendidik.
Tes UKBI Adaptif dilaksanakan untuk mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia sekaligus mendorong para pendidik menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemahiran tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kemampuan komunikasi guru, tetapi juga memperkuat kualitas proses pembelajaran dan budaya literasi di sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 10 Agustus 2026 dengan sosialisasi UKBI kepada seluruh calon peserta. Kepala SMA Negeri 4 Jayapura menyampaikan bahwa pelaksanaan UKBI menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia para guru.
“Rangkaian kegiatan tes UKBI Adaptif ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia guru-guru yang mengajar di SMA Negeri 4 Jayapura,” ujarnya.
Sementara itu, Yulius Pagappong, selaku Pejabat Fungsional Widyabasa Ahli Muda sekaligus Koordinator Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di Balai Bahasa Provinsi Papua, memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemahiran berbahasa bagi seorang pendidik.
Ia menekankan bahwa bahasa Indonesia memiliki posisi penting sebagai penghubung dalam proses penyampaian ilmu pengetahuan. Guru yang memiliki kemahiran berbahasa yang baik akan lebih mampu meningkatkan kualitas pengajaran, komunikasi, sekaligus membangun lingkungan literasi yang kuat di kelas.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi UKBI, mulai dari Seksi I Mendengarkan hingga Seksi III Membaca. Simulasi ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal mekanisme dan karakteristik ujian sebelum mengikuti tes sesungguhnya. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, para guru mengikuti pelaksanaan UKBI dengan membawa perangkat masing-masing. Tes dimulai pada pukul 12.00 WIT dan berlangsung secara tertib hingga selesai.
Suasana pelaksanaan menunjukkan keseriusan para pendidik dalam mengikuti setiap tahapan. Bagi para guru, mengikuti UKBI bukan hanya tentang memperoleh hasil pengukuran kemampuan berbahasa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali bagaimana bahasa digunakan dalam proses mendidik.
Kemahiran berbahasa menjadi semakin penting ketika guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun cara berpikir, menuntun peserta didik memahami informasi, dan menciptakan komunikasi yang sehat di dalam kelas.
Melalui pelaksanaan UKBI Adaptif ini, SMA Negeri 4 Jayapura terus mendorong peningkatan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Sebab, pendidikan yang bermutu tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan dengan bahasa yang tepat, jelas, dan bermakna.

