Jayapura, 22 April 2026 –  Komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan semakin nyata ditunjukkan oleh SMA Negeri 4 Jayapura melalui kebijakan penggunaan tumbler bagi seluruh warga sekolah serta pelarangan penjualan air mineral dalam kemasan plastik di lingkungan sekolah.

Kebijakan ini lahir dari kesadaran akan tingginya potensi sampah plastik yang dihasilkan setiap hari. Dengan jumlah sekitar 36 kelas yang masing-masing diisi rata-rata 50 peserta didik, total peserta didik di SMA Negeri 4 Jayapura mencapai kurang lebih 1.800 orang. Jika setiap peserta didik membeli satu botol air mineral kemasan setiap hari, maka dalam satu hari saja akan dihasilkan sekitar 1.800 botol plastik. Dalam satu minggu jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 9.000 botol, dalam satu bulan mencapai 36.000 botol, dan dalam satu semester dapat menyentuh angka sekitar 180.000 botol plastik. Angka ini menjadi dasar kuat bagi sekolah untuk melakukan perubahan kebijakan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui penerapan penggunaan tumbler, potensi timbulan sampah tersebut ditekan secara signifikan. Sekolah juga mendukung kebijakan ini dengan menyediakan fasilitas pengisian air minum ulang, sehingga kebutuhan air minum seluruh warga sekolah tetap terpenuhi tanpa bergantung pada kemasan sekali pakai.

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Widya Kusmayanti, M.Pd., menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya tentang pengurangan sampah, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Ia menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik sejak dini. “Kebijakan penggunaan tumbler ini bukan hanya untuk mengurangi sampah plastik, tetapi untuk membentuk kebiasaan baik peserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kami ingin peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat,” ujarnya.

Dalam praktiknya, kebijakan ini juga membawa perubahan budaya di lingkungan sekolah. Peserta didik mulai terbiasa membawa tumbler setiap hari sebagai bagian dari kebutuhan sekaligus gaya hidup. Guru dan tenaga kependidikan turut memberikan teladan dengan melakukan hal yang sama, sehingga tercipta budaya kolektif yang mendukung gerakan peduli lingkungan.

Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan pendekatan berbasis data dan kesadaran bersama, SMA Negeri 4 Jayapura tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, tetapi juga berkontribusi dalam upaya global mengurangi sampah plastik.

Kebijakan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain, sekaligus membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *